JAKARTA –
Mempersoalkan Hasil pemilu 2024 adalah upaya memecah belah bangsa indonesia oleh kelompok tertentu. Bahkan menjadi celah dan pintu masuk menggangu kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sehubungan Pilpres 2024 adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Terkait hal ini
Presiden RI diminta tegas menyikapi gerakan ini. Demikian dikumandangkan Ketua Umun Gema Wong Cilik Nudantara Muh Nur Cahyono dalam rilisnya kepada media.

Mencermati perkembangan situasi kebangsaan terkini, menurut dia, terlihat adanya ancaman yang serius akan terjadinya keretakan bangsa dan rakyat Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari adanya upaya sekelompok orang yang berusaha memaksakan kehendak untuk menganulir penetapan hasil pemilu 2024 khususnya tentang status Wakil Presiden RI terpilih Bapak Gibran Rakabuming Raka yang telah memiliki kekuatan konstitusional yang sah.

Bagi dia, sekilas upaya gugatan ke MK itu laksana menempuh jalur konstitusional, tapi jika ditelisik lebih jauh bahwa hal itu tak lebih dari gerakan memanipulasi Publik mengatasnamakan konstitusi.

Lebih jauh k kelompok ini diduga kuat sedang melakukan politik kotor / politik adu domba bagi sesama anak bangsa dan upaya memeceh belah internal Pemerintah yang Sah. Kami juga menduga ada pihak asing dibalik pergerakan kelompok tersebut.

Jelas prespektif konstitusionalnya, bahwa Pemilu Pilpres RI 2024 itu satu paket antar Presiden dan Wapres. Jika mempersoalkan status Wapres maka sama saja mempersoalkan status Presiden RI.

Atas pemikiran itu Kami juga meminta kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto agar lebih serius mencermati pergerakan kelompok ini dan tidak membiarkan adanya upaya-upaya dari pihak manapun untuk memecahbelah Pemerintah yang sah dan memecah belah bangsa dan rakyat Indonesia.
Ingatlah kebutuhan Rakyat, jangan terus biarkan polemik politik yang menurut kami tak pantas dipertontonkan kepada Wong cilik. Persatuan dan gotong royong antar elit politik harus lebih diutamakan. (Ran)