MANADO, inimanado.com – Peringatan dini tsunami yang sempat diberlakukan akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, resmi dicabut oleh BMKG setelah hasil pemantauan menunjukkan ancaman tsunami telah berakhir.
Meski demikian, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus mengapresiasi respons cepat seluruh jajaran pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat yang sigap mengikuti arahan mitigasi selama masa peringatan berlangsung.


Sebelumnya, sejumlah wilayah di Sulawesi Utara seperti Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Sitaro, dan Bolaang Mongondow Utara sempat masuk kategori SIAGA tsunami berdasarkan analisis BMKG dan pemodelan kebencanaan.
Sejak peringatan dini dikeluarkan, BPBD Sulut di bawah koordinasi Kepala Pelaksana Adolf Tamengkel langsung mengaktifkan sistem kesiapsiagaan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan keselamatan masyarakat di kawasan pesisir.


Setelah BMKG mencabut peringatan tsunami, Gubernur Yulius meminta pemerintah daerah tetap melakukan pendataan di lapangan guna memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan dampak gempa yang terjadi.
“Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan signifikan. Namun seluruh daerah diminta tetap siaga dan segera melaporkan apabila ditemukan dampak yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujar Yulius.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.

Iklan
Slot Iklan AdSense


Dengan dicabutnya peringatan tsunami, aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan normal, namun kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan tetap perlu dijaga.

Penulis : Brandon’7

Editor : Alfred Tenny

Bagikan:FacebookWhatsApp