Berita Utama LIPUTAN KHUSUS MANADO

Direktur Political and Public Policy Sebut Pengaruh Politik Jokowi Kian Melemah di Era Prabowo

Direktur P3S Jerry Massie

Inimanado – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Joko Widodo dinilai mulai kehilangan pengaruh politik menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penilaian tersebut disampaikan Direktur P3S, Jerry Massie, yang menilai sejumlah kebijakan dan warisan pemerintahan sebelumnya kini mulai mendapat sorotan publik.

Menurut Jerry, mulai munculnya dugaan kasus korupsi yang menyeret sejumlah mantan menteri di era pemerintahan Jokowi menjadi salah satu indikator melemahnya citra politik mantan presiden tersebut. Ia mencontohkan polemik dugaan korupsi dana haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas serta kasus pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek saat dipimpin Nadiem Makarim.

Selain itu, Jerry juga menyoroti besarnya utang negara yang diwariskan kepada pemerintahan Prabowo. Ia menyebut angka utang pemerintah mengalami peningkatan signifikan selama satu dekade pemerintahan Jokowi dibanding masa pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

P3S turut menilai proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu ambisi besar Jokowi yang kini menghadapi ketidakpastian. Jerry menyebut putusan Mahkamah Konstitusi terkait status ibu kota dianggap menjadi pukulan politik bagi Jokowi, terlebih setelah anggaran besar digelontorkan untuk proyek tersebut.

Di sisi lain, Jerry melihat pemerintahan Prabowo mulai menunjukkan arah kebijakan yang berbeda dari pemerintahan sebelumnya. Ia menilai sejumlah program yang dijalankan saat ini menjadi bentuk penyesuaian sekaligus pembeda dari strategi politik Jokowi.

Terkait aktivitas Jokowi yang belakangan disebut melakukan kunjungan ke berbagai daerah, Jerry menduga langkah tersebut berkaitan dengan upaya membangun dukungan politik menuju Pemilu 2029, termasuk memperkuat posisi politik putranya, Gibran Rakabuming Raka.

Namun demikian, Jerry menilai langkah tersebut tidak akan mudah, terutama karena elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai masih berada di bawah ambang batas parlemen berdasarkan sejumlah survei terbaru.(ndon)

Penulis : Brandon

Editur   : Alfred Tenny

Bagikan:FacebookWhatsApp