Berita Utama DINAMIKA DAERAH

Begini Kronologi Penangkapan Penculik Siswa SD di Manado

Ilustrasi
Ilustrasi

initondano- CZT siswa kelas satu SD N 20 Manibang yang dikabarkan diculik tersebut ditemukan bersama dengan penculiknya sedang berada di lapak cabo Pasar Tondano oleh anggota Satpol PP Minahasa yang sedang patroli. “Kami melakukan patroli, saat itu melihat ada motor mencurigakan, kami telusuri masuk ke dalam lapak dan menjumpai bapak dan anak perempuan yang pakai seragam sekolah, saya tanya mau apa di sini, dia bilang mau istirahat sebentar, sebab ada tujuan lain, dan saya tanya anak ini siapa dia bilang bahwa itu (korban) anaknya,” jelas Cliff Maringka yang pertama kali menemukan bocah dan penculiknya.

Ia kemudian kembali ke pos mereka di kompleks pasar, dan saat ia membuka media sosial langsung muncul wajah anak tersebut, sontak ia dan temannya menuju lokasi dilihatnya anak tersebut, baruntung sampai di lokasi tersangka baru saja hendak pergi bersama anak tersebut. “Saya langsung cabut kuncinya dan membawa dia dan anak tersebut ke pos Satpol PP, dan melaporkan ke Polsek Tondano,” ujarnya.

Setelah itu, tim Polsek Tondano dan Buser Polres Minahasa datang ke lokasi untuk menjemput tersangka dan anak tersebut. Saat diinterogasi ternyata benar anak tersebut merupakan korban penculikan dan pria yang diduga menjadi penculiknya adalah JR alias Jemmy (39) warga Wanea Manado yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek. Tersangka Jemmy langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan sementara bocah tersebut di amankan untuk ditenangkan sembari menunggu orangtuanya tiba. Sembari menunggu, perlahan Polsek Tondano disesaki warga dan keluarga yang datang menjenguk. Beberapa jam kemudian ibu korban datang, dan langsung memeluk anak perempuannya tersebut disertai tangisan yang tak tertahankan.

Ia menceritakan mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 10 pagi saat dirinya hendak menjemput Cleo pulang, lantaran ayah korban yang merupakan guru di sekolah tersebut sementara mengikuti pelatihan guru sejak pagi. “Saya sudah bilang ke dia (Cleo) kalau papi belum jemput menunggu saja bersama penjaga sekolah, saat tiba di sekolah mereka bilang bahwa sudah setengah jam Cleo pulang naik ojek katanya disuruh jemput ibunya,” jelas dia.

Elly kemudian pulang untuk cek siapa tau anaknya sudah di rumah, namun tetap tidak ditemukan, akhirnya ia kembali ke sekolah dan menemui suaminya yang sudah tiba di sekolah. “Anak-anak sekolah di situ juga bilang bahwa Cleo dijemput oleh ojek tapi mereka tidak kenal,” jelasnya. Akhirnya pencarian mulai dilakukan hingga melapor ke Polsek Malalayang, bahkan suami Elly memosting di media sosial FB yang menyatakan bahwa anaknya dijemput oleh orang tak dikenal dan tak kunjung pulang, berita tersebut kemudian menyebar.

Pencarian membuahkan hasil, korban ditemukan dalam keadaan sehat, sekaligus penculiknya berhasil diciduk. Cleo menceritakan bahwa saat itu sementara menunggu dijemput, dan ia bermain bersama temannya, dan temannya memberitahu bahwa ada ojek memanggil untuk menjemput.

“Katanya disuruh jemput, mami menunggu di salib besar,” jelasnya. Ia pun naik dan mulailah tersangka membawa korban mengarah ke Tomohon, sempat dibawa ke pemandian air panas Lahendong, namun lantaran korban menolak dan minta mandi di kolam biasa, akhirnya tersangka membawa korban ke kolam kawasan taman eman, di situ korban mandi. “Di belikan minum es teh dan makan pisang goreng,” ujarnya Polos. Tersangka kemudian membawanya ke Kawangkoan dan berputar hingga ke pasar Tondano.”Katanya mau ketemu mami tapi istirahat dulu di sini,” ujarnya. Ia mengatakan sempat dipeluk bahkan diciumi oleh tersangka.

Sementara itu Jemmy tersangka mengakui bahwa ia yang menjemput korban dan rencana hendak membawanya ke Kaki Dian Minut. “Saya bilang mau bawa ke salib besar, saya panggil saya bilang mami yang suruh jemput dan ditunggu di sana,” ujarnya. Bahkan ia sempat membawa korban mandi di kolam renang dan membelikan baju mandi untuk korban.
Ia mengakui bahwa niatnya menculik korban hanya untuk memuaskan hawa nafsunya saja.”Saya sempat peluk, cium, dan raba kemaluannya,” jelas dia. Menurut informasi bahwa tersangka ini sudah lama pisah dengan istrinya. AKP Ferry Atotoy Kapolsek Tondano mengatakan bahwa sudah mengambil keterangan korban, tersangka, saksi. “Kami serahkan ke Polsek Malalayang karena TKP ada di Malalayang, tersangka sudah dibawa oleh Polsek Malalayang, juga korban sudah dibawa, informasinya akan divisum juga,” jelas dia.

Kejadian ini membuat Elly ibu korban lebih waspada lagi. “Kami akan lebih berhati-hati lagi, dan kami akan bilang ke anak jangan mau pergi sembarang kalau tidak dengan kami, sebab anak ini tidak pernah kami titipkan untuk diantar pulang, selalu kami jemput, atau biasanya penjaga sekolah yang antar pulang,” jelasnya. Kejadian ini menjadi pelajaran juga untuk pihak sekolah agar tidak membiarkan anak pulang dengan orang yang tidak diketahui. (Yudi)