JAKARTA – Inilah riwayat singkat Dr. Zefanya Yosua Jocom, S.STP., M,Tr.IP Ketua Tim Wilayah III Sulawesi Kalimantan Direktorat IDKD Ditjen Dukcapil Kemendagri yang belum lama ini raih gelar doktor ilmu pemerintahan ke 383 dengan predikat sangat memuaskan.

Pria low profile ini dilahirkan di Manado pada tanggal 15 Februari 1992. merupakan Anak ke 2 (dua) dari pasangan Bapak James Jocom, S.Th., dan Ibu Julia Rita Alma Lasut serta Kakaknya Marcelia Indah Jelita Jocom.

Dalam kehidupan berkeluarga, menikah pada tahun 2016 dengan Ibu Nia Anggreini Waloejan, Pernikahan ini telah dikaruniai 2 (dua) orang putra, yaitu Asher Ezekiel Jocom dan Alrich Jeremiah Jocom.

Iklan

Perjalanan akademis Dr. Zefanya Yosua Jocom, S.STP., M.Tr.IP., dimulai di Sulawesi Utara, diawali dari SD Negeri Maumbi Minahasa Utara, SMP Kr. Eben Haezar Manado, SMA Kr. Eben Haezar Manado. Minat dan dedikasi beliau dalam bidang birokrasi dan pemerintahan kemudian membawanya menempuh pendidikan Diploma IV di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Prodi Admindukcapil, yang diselesaikannya pada tahun 2015. Lima tahun kemudian, pada tahun 2020, beliau berhasil meraih gelar Magister Terapan Ilmu Pemerintahan (S-2) dari Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
Efektivitas Layanan Publik Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok Provinsi Jawa Barat”Kami berharap Saudara dapat mengamalkan pengetahuan tersebut untuk mendorong meningkatkan kinerja implementasi kebijakan Hak Akses Pemanfaatan Data secara berkelanjutan, terpadu, sistemik, dan inklusif serta mendorong transformasi Kebijakan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kota Depok Provinsi Jawa Barat.

Teruslah mengembangkan pendekatan disiplin Ilmu Pemerintahan yang telah Saudara pelajari, dan gunakan keilmuan tersebut untuk menghasilkan kebijakan yang strategis, inovatif, dan bermanfaat bagi kepentingan institusi dan masyarakat luas.

Ingatlah selalu bahwa ilmu bukanlah sekadar untuk kebanggaan, tetapi sebagai sarana pengabdian. Terapkanlah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Jadilah sosok yang rendah hati, yang ilmunya bermanfaat bagi banyak orang, dan yang kiprahnya menjadi teladan.(rel)

Editor : Franny Tenny

Bagikan:FacebookWhatsApp