Berita Utama PENDIDIKAN

Prof Kumaat Ajak Civitas Akademik Maknai Nilai-nilai Pancasila

Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat saat menjadi Irup di upacara memperingati hari lahir Pancasila
Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat saat menjadi Irup di upacara memperingati hari lahir Pancasila

Inimanado- Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang dinakhodai Rektor Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat mengajak seluruh civitas akademik maknai nilai-nilai Pancasila, di upacara memperingati hari lahir Pancasila, yang berlangsung di lapangan Unsrat, Kamis (01/06).

Suasana saat Unsrat menggelar upacara peringatan hari lahir Pancasila
Pengibaran bendera merah putih di upacara peringatan hari lahir Pancasila

Seperti dikatakan dalam sambutan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang dibacakan Rektor Unsrat, bahwa upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai – nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Warek IV Prof Sangkertadi, Warek III Prof Hengky Kiroh dan Warek II saat mengikuti upacara peringatan hari lahir Pancasila
Warek IV Prof Sangkertadi, Warek III Prof Hengky Kiroh dan Warek II Dr Flora Kalalo saat mengikuti upacara peringatan hari lahir Pancasila

“Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang di mulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 juni 1945 yang di pidatokan Ir Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945,” cetusnya, seraya mengajak seluruh civitas akademik maknai nilai-nilai Pancasila di upacara yang diikuti seluruh jajaran Unsrat.

suasana saat Unsrat menggelar upacara peringatan har lahir Pancasila
Suasana saat Unsrat menggelar upacara peringatan hari lahir Pancasila

Lanjut dikatakan Rektor perempuan pertama di Unsrat ini, kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang di hantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri.

“Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila.

“Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila,” tandas Prof Kumaat.
(dyL)