inimanado.com, Amurang – Pengumuman kelulusan SMA/SMK sederajat di Kota Manado, Jumat (15/05/2015) membawa euforia kesenangan luar biasa bagi para siswa. Aksi merayakan kelulusan mereka pun diwarnai aksi konvoi bergerombol dan aksi corat-coret yang membuat macet sejumlah titik di Kota Manado. Meski sebelumnya Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil MPd menghimbau para siswa jangan melakukan aksi ini, namun nyatanya tak dihiraukan mereka. Terpantau di beberapa sekolah seperti SMKN 1 Manado, SMKN 2 Manado, SMKN 3 Manado, SMAN 1 Manado dan SMAN 7 Manado melakukan aksi corat-coret di luar halaman sekolah. Bahkan konvoi di Kawasan Megamas, ratusan siswa berkumpul dan corat-coret seragam. Hingga berita ini turun para siswa tetap melakukan aksinya. (Yudi)
Related Articles
Wagub Sesalkan Perkelahian Tarkam Di Tompaso Baru
Inimanado- Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw Menyesal atas Kejadian Perkelahian Antar Kampung di Tompaso Baru, yang menyebabkan korban Jiwa. Saya Prihatin atas kejadian yang terjadi, apalagi hal tersebut menelan korban Jiwa, perkelahian tersebut hanya dipicu akibat minuman keras, ungkap Wagub,, selasa (20/09/2016) malam itu kepada media. “Bukan zamannya lagi mengedepankan kekerasan, kini saatnya […]
Disdukcapil Minsel Akan Lakukan Hal Ini Mulai Juli 2018
Iniminsel — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan melakukan penggantian blangko surat-surat kependudukan dalam Administrasi Kependudukan (Adminduk). Kepada wartawan pada Rabu (21/3/2018), Kepala Disdukcapil Minsel Drs. Corneles Mononimbar menyampaikan bahwa penerapan blangko Adminduk yang baru ini akan dilakukan mulai bulan Juli 2018. “Disdukcapil di seluruh Indonesia akan menerapkan penggunaan blangko-blangko […]
400 Warga Antre KTP di Manado Tiap Hari
inimanado.com, Amurang – Belakangan ini warga yang melakukan pembuatan KTP elektronik yang bersifat seumur hidup meningkat. Setiap harinya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado melayani 400 warga. “Ada banyak yang sementara mengurus, sehari itu kami melayani 300 sampai 400 orang. Jumlahnya memang terus naik karena diakibatkan juga kerusakan alat perekam di 9 kecamatan, […]

