
CAPTION : Alvons Sumual Mantan Ketua GAMKI Kabupaten Minahasa Selatan
Manado – Pengunduran diri oknum Polisi bernama Vicky Katiandagho dari Korp Polisi Republik Indonesia menuntut kader Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Sulut angkat bicara. Menurut Alvons Sumual, pengunduran diri Vicky Katiandagho dari dinas kepolisian janganlah di dramatisir terlebih mau digiring sebuah kriminalisasi. Kondisi ini perlu diluruskan sehubungan yang bersangkutan melakukan pengunduran diri secara sadar tanpa ada paksaan dan intimidasi apapun.
Alvons yang mantan Ketua GAMKI Kabupaten Minahasa Selatan ini mengajak masyarakat untuk mampu membedakan sebuah sikap pengunduran diri karena dipaksa oleh kekuatan besar dan menebarkan sebuah ancaman dengan membandingkan sikap pengunduran diri yang dilakukan secara sadar.
“Berbeda memang bila yang bersangkutan tidak mau mengundurkan diri, namun dipaksa disertai ancaman, itu baru skandal. Namun faktanya, pengunduran diri Vicky Katiandagho dari jajaran kepolisian dilakukan secara sadar dan tidak ada paksaan ataupun ancaman. Yang bersangkutan hanya kecewa saja karena kena mutasi dan memilih langkah mundur untuk mengekpresikan kekecewaannya kena mutasi,” ujarnya
Menurut Alvons lagi, anggota Polri yang kecewa hanya karena dimutasi ke Polres yang lain dan nekad mengambil Tindakan mengundurkan diri dari kepolisian adalah suatu tindakan yang patut disayangkan, sekaligus mempertanyakan psikologi yang bersangkutan. Bagi Alvons, mutasi adalah hal yang wajar di tubuh kepolisian ataupun di Lembaga negara lainnya, karena itu adalah suatu isntrumen internal dalam mengukur banyak hal.
“Toh semua aparatur negara telah bersumpah dan menandatangi pernyataan siap ditempatkan dimana saja. Jadi jangan kecewa bila ada oknum aparatur negara dimutasi dari satu wilayah ke wilayah kedinasan yang lain sebab sudah bagian dari janji dan sumpah aparatur negara,” ujarnya sambil juga mengajak masyarakat agar mensuport dan mendukung usaha lain yang dipilih Vicky untuk menjadi berkah bagi dia dan keluarganya. “Ini adalah pilihan, bagi orang lain ini suatu hal yang berat, namun pastinya langkah ini sudah didiskusikan bersama sama dengan pihak keluarga sehingga menjadi opsi dan pilihan untuk dilalui,” jelas Alvons. (ran)

