LIPUTAN KHUSUS

Bank SulutGo BCA dan OJK Edukasi Literasi Keuangan Santri di Kotamobagu

CAPTION: Pihak Bank SulutGo bersama BCA dan OJK menggelar program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Pondok PKPPS Tahfidz Alquran Markaz Tidzkar,Pesantren Kotamobagu

Inimanado — Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan sejak dini, Bank SulutGo (BSG) bersama Bank Central Asia (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Pondok Pesantren PKPPS Tahfidz Alquran Markaz Tidzkar, Kota Kotamobagu di awal Meret lalu.

Kegiatan yang dimulai usai salat Dzuhur tersebut diikuti para santri dan tenaga pendidik dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta mengenalkan produk perbankan yang aman dan berada di bawah pengawasan negara. Mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Kusnadi Pobela, SE, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi tersebut di lingkungan pesantren.

Menurutnya, literasi keuangan menjadi kecakapan penting yang harus dimiliki generasi muda, terutama di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.  “Kami sangat mengapresiasi langkah BSG, BCA dan OJK yang masuk ke lingkungan pesantren. Ilmu mengelola keuangan sama pentingnya dengan ilmu akademik lainnya agar para santri tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal di masa depan,” ujar Kusnadi.

Pada kesempatan tersebut, materi edukasi disampaikan oleh Megawati, perwakilan OJK Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (SulutGoMalut). Ia menjelaskan peran OJK dalam melindungi konsumen jasa keuangan serta memberikan pemahaman praktis kepada para santri tentang pengelolaan uang secara sederhana. Materi yang diberikan antara lain mengenai kewaspadaan terhadap investasi bodong, pentingnya membangun budaya menabung sejak dini melalui produk tabungan pelajar, serta cara aman melakukan transaksi menggunakan layanan perbankan digital. Melalui program GENCARKAN, sektor perbankan diharapkan dapat memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar dan santri. Edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak di masa depan. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta pemberian apresiasi kepada santri yang berhasil menjawab kuis seputar dunia perbankan dan literasi keuangan.(REL)