
Kapolres Bolaangmongondouw Timur (Boltim) didemo oleh pihak yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Hukum Jakarta Menggugat.Demo ini dilatarbelakangi dengan sejumlah tuduhan pelanggaran integritas kepolisian dan dugaan upeti dari pertambangan emas ilegal di wilayah Boltim.
Dari hasil pantauan wartawan biro Jakarta Senin (13/4) pukul 11.30 di Mabes Polri dan rilis yang di sampaikan Korlap demo Faisal Mony ke media masa menyampaikan beberapa poin penting. Pertama meminta Mabes Polri memanggil dan memeriksa Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan terkait keterlibatan dalam aktivitas tambang ilegal yang merugikan negara dan lingkungan.Kedua mendesak adanya transparansi internal. Dalam hal ini meminta agar fungsi (pengamanan internal) dan Irwasda (Inspektorat Pengawas Daerah) dilakukan secara transparan dan profesional. Hal ini dianggap mutlak dan bersifat keharusan di internal kepolisian.
Ketiga meminta Mabes Polri usut tuntas Pungli yang diduga dilakukan Polres Boltim. Dan berharap Kabid Propam Polda Sulut tidak tutup mata terkait pelanggaran ini.Keempat mendesak Mabes Polri mencopot Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan dan Kasad Reskrim IPTU Jerry Tambunan atas tuduhan menerima setoran dari aktivitas tambang ilegal di wilayah Boltim.
Korlap demo Faisal Mony menegaskan, bahwa hukum harus ditegaskan dan pihaknya akan terus mengawal hal ini karena upeti atau terim storan dari tambang ilegal adalah penghianatan terhadap sumpah jabatan. “Hukum jangan hanya tajam kebawah tapi tumpul keatas. Karena terima storan dari aktivitas tambang ilegal adalah penghianatan terhadap sumpah jabatan,” ujar Faisal Mony yang mengaku akan mempersiapkan demo lanjutan sampai masalah ini benar benar tuntas. Dia mengaku dirinya dan rekan rekan aktivis lainnya akan terus memonitoring perkembangan persoalan ini.(ran)

